She Grows Series #5: Digital Tanpa Drama – Aman, Cerdas, Berdaya

Bincangperempuan.com- Rangkaian She Grows Skill & Well-Being Series kembali berlanjut dengan edisi ke-5 bertajuk Digital Tanpa Drama: Aman, Cerdas, Berdaya. Workshop ini menghadirkan Komi Kendy, S.I.Kom, Business Manager TribunBengkulu.com sekaligus Ketua AMSI Bengkulu, yang juga dikenal sebagai trainer berpengalaman dalam literasi dan keamanan digital.

Dalam sesi ini, Komi Kendy menekankan bahwa literasi digital adalah fondasi utama bagi setiap pengguna internet agar dapat bersikap bijak, aman, dan berdaya. Literasi digital bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga kesadaran akan risiko, etika, dan dampak dari setiap aktivitas daring. Ia menjelaskan bahwa ada empat pilar penting yang harus dipahami, yakni etika digital, keamanan digital, budaya digital, dan kecakapan digital. Keempat pilar ini saling melengkapi dan menjadi bekal agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab.

Komi Kendy juga menyoroti berbagai ancaman siber yang semakin marak, mulai dari penyebaran hoaks, perundungan daring, body shaming, hingga sextortion. Menurutnya, keamanan digital tidak pernah bisa dijamin seratus persen karena risiko setiap orang berbeda dan sangat kontekstual.

“Nyaman belum tentu aman, dan tidak nyaman bisa jadi lebih aman. Keamanan digital itu erat kaitannya dengan perilaku kita sehari-hari,” ujarnya.

Ia kemudian mengajak peserta mengenali modus penipuan digital seperti phishing, peretasan akun akibat password lemah, pencurian data pribadi melalui aplikasi gratis, hingga malware dan spyware. Peserta juga diajak mempraktikkan langkah-langkah sederhana untuk menjaga keamanan perangkat dan data pribadi.

Praktik Aman: Dari Password hingga Data Detox

Komi menekankan pentingnya penggunaan password yang berbeda di setiap akun, mengganti kata sandi secara rutin, serta mengaktifkan verifikasi dua langkah. Ia mengingatkan agar tidak sembarangan menggunakan Wi-Fi publik tanpa perlindungan VPN, serta menghindari menyimpan data sensitif di ponsel.

Selain itu, ia memperkenalkan konsep data detox, yaitu kebiasaan mengecek aktivitas digital, menghapus riwayat pencarian, menolak cookies yang tidak perlu, dan memanfaatkan layanan seperti Have I Been Pwned atau Mozilla Monitor untuk memeriksa apakah email pernah terlibat dalam kebocoran data.

Tidak hanya membahas sisi keamanan, Komi Kendy juga menekankan bahwa teknologi digital dapat menjadi sarana pemberdayaan. Ia mengajak peserta untuk menggunakan media sosial sebagai ruang berbagi hal positif, membuat konten edukatif, dan membangun jejaring sesama perempuan.

“Gunakan media sosial untuk memberdayakan, bukan menjatuhkan. Kita bisa membangun digital sisterhood yang saling mendukung dan melindungi,” tegasnya.

SIRI WIN Accelerator Programme 2025

Workshop ini menjadi semakin relevan karena merupakan bagian dari SIRI WIN Accelerator Programme 2025, sebuah program internasional yang didukung oleh Women in News (WIN), inisiatif global dari WAN-IFRA untuk mendorong kesetaraan gender dan inklusi di industri media.

Tahun ini, Bincang Perempuan tercatat sebagai satu-satunya media dari Indonesia yang berhasil mendapatkan dukungan dari program bergengsi tersebut. Program ini berfokus pada penguatan media yang dimiliki dan dipimpin perempuan melalui hibah, pendampingan bisnis, serta mentoring komunitas.

Menurut Jane Godia, perwakilan WIN, program ini dirancang untuk memperkuat keberlanjutan media, memperluas audiens, dan menciptakan ekosistem yang lebih inklusif. Sejak 2015, WIN telah melatih lebih dari 7.275 jurnalis dan profesional media di 20 negara dengan dukungan 1.243 mitra media di seluruh dunia.

Lewat dukungan ini, Bincang Perempuan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan jurnalisme yang sehat, setara, dan berkelanjutan, sekaligus memperluas dampak sosialnya bagi perempuan dan kelompok marjinal di Indonesia.

She Grows Series #5 menjadi bukti bahwa keamanan digital bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari keberdayaan perempuan di era digital. Dengan bekal literasi, kesadaran, dan praktik aman, perempuan dapat menjadikan ruang digital sebagai tempat yang sehat, setara, dan berdaya. Acara ini menjadi pengingat bahwa di balik tantangan dunia maya, ada peluang besar untuk tumbuh bersama—digital tanpa drama, aman, cerdas, dan berdaya.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bincang Perempuan Circle

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca